Dinas PMD Berikan Bimtek dan Studi Tingkatkan Kapasitas Masyarakat dalam Pengembangan Usaha

Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya keras mensejahterakan masyarakatnya. Kali ini melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemkab Trenggalek berusaha mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan usahanya agar bisa eksis dan berkembang. Untuk mendorong hal ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berikan bimbingan teknis dan study lapang kepada UKM.

Bimtek dan study banding ini dilaksanakan pada hari Selasa (17/4) hingga (18/4). Mrngambil tema manajemen produksi dan pemasaran, bimtek ini difungsikan untuk memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usahanya utamanya para pengysaha kecil dan menengah (UKM).

Usai bimbingan teknis kegiatan pemberdayaan ini dilanjutkan dengan study lapang ke Rumah Produksi UKM di Desa Kwansen Srimartani Piyungan Bantul. Rumah produksi ini merupakan hasil binaan Balai Besar Latihan Masyarakat (B2LM) Yogyakarta. 

Tak hanya itu, studi lapang juga dilakukan ke lokasi pengelolaan Sumberdaya Daya Alam (SDA), Rumah Salak yg dijadikan pusat promosi dan pemasaran, obyek kunjungan Desa Wisata dan arena edukasi/ penelitian di Desa Kenteng Kecamatan Turi Sleman. 

Bimtek ini diikuti oleh Pengusaha Kecil dan Menengah se Kabupaten Trenggalek yg bergerak dibidang pengolahan hasil pertanian yg dijadikan produk makanan khas Trenggalek yang dipandu dan dibimbing oleh instruktur dari Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta dan pelaku usaha binaan BBLM Yogyakarta.

Diharapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Trenggalek, Joko Wasono "dengan bimtek dan study lapangan ini diharapkan para peserta mampu mengubah pola pikir dan pola sikap dalam berproduksi, serta menghasilkan produksi yang menarik dan diminati masyarakat maupun konsumen. Selain itu, dengan kegiatan ini pengusaha kecil dan menengah ini diharapkan mampu mengklasifikasi konsumen dengan kebutuhannnya serta mampu menggairahkan serta membuka pangsa pasarbaik lokal, regionol, Nasional maupun Internasionol sebagai komodity Export," tandasnya. (Humas)

Ke Atas